Kamis, 16 Agustus 2012
Dunia Bikers
Sedikit berbagi pengalaman nih tentang dunia bikers. Ya bikers, yaitu para pengendara motor yang tergabung dalam sebuah club. Biasanya untuk menyalurkan hobinya, mereka mengadakan kopdar (kumpul-kumpul) dan touring (keliling kota menggunakan motor). untuk saya punya teman salah satu dari mereka yang tergabung dalam club revo sidoarjo (CROS). waktu liburan saya di ajak touring bersama mereka ke Jogja, tentunya saya tidak ikut mengendarai motor karna saya bukan bikers.
24-26 Maret 2012, tiga hari hidup bersama mereka, membuat saya mengerti seperti apa dunia bikers itu. Dunia yang cukup lekat dengan motor dan persaudaraan. Apabila kita tersesat di suatu jalan atau kota, kita tinggal memberi kabar lewat telepon/sms kepada sesama bikers yang ada di kota itu. Umumnya mereka berkenalan terlebih dulu lewat dunia maya seperti facebook, lalu mereka saling bertukar nomor telepon. Nah apabila kita suatu saat melakukan touring lalu tersesat, tinggal calling kawan kita di kota itu deh.
beberapa club yang kita kenal di sana yaitu:
Cares, Club Revo Salatiga
Crew, Club Revo Wonosobo
Rocs, Revo Owner club Solo
dan lain-lain....
Kebetulan waktu kami ke jogja, memang sedang ada acara event aniversary suatu club gila motor di sana. Dan kami berkenalan satu sama lain di sana. bukan hanya itu, kita dijamu dengan baik di sana. Saya sedikit canggung sih, maklum para wanita di sana sangat sedikit sekali.
Setelah itu kita beramai-ramai ke salatiga untuk menghadiri aniversary club revo Salatiga. Menakjubkan sekali kawan, kita menuju ke sana setelah maghrib. Untuk mempersingkat waktu, kita melewati jalan yang curam dan gelap. Sedikit menegangkan karna jalur yang kita lalui adalah dataran tinggi. Sampai ada salah satu kawan kita yang terlalu berat muatan, akhirnya mogok di tengah-tengah tanjakan. Jadinya kita sampai di salatiga hampir tengah malam. Perjalannan yang cukup melelahkan bukan??
Yang saya salutkan dari mereka adalah kekompakan satu sama lain. Walau mereka baru kali ini bertemu. Dan mereka sangat menghargai wanita yang ikut touring bersama mereka. Mereka humoris dan friendly sekali. Saya cukup merasa nyaman berada di sekitar mereka.
Mereka punya kode khusus untuk berkomunikasi di jalan. Seperti kaki kanan turun ke bawah, artinya ada lubang di sebelah kanan. Kaki kiri yang turun, berarti ada lubang di sebelah kiri. Kaki keduanya yg turun berarti ada lubang yang cukup lebar. Dan masih banyak kode yang lainnya. Kode itu berguna bagi bikers yang ada dibelakangnya agar tidak melewati lubang yang ada di depannya.
Sesampainya di salatiga, malamnya saya tidur di rumah Ladies bikers Salatiga yaitu sist Monique. Bagi para wanita di beri tempat tersendiri untuk tidur yaitu di kamar. Sedangkan bikers laki-laki lainnya tidur bersama-sama di teras atau ruang tv. Dan keesokan harinya, kami di jamu hidangan-hidangan yg cukup banyak di rumah sisi Monique. Di jamin ikut touring gak akan kelaparan deh, hehehe.
Setelah sarapan pagi, kami mengadakan bakti sosial kepada para tukang becak. Lalu jalan-jalan di alun-alun salatiga. Dan masuk pemandian untuk renang bersama. Dan di dalam kolam renang mereka saling mnunjukkan kekonyolan mereka. Saya hanya bisa tertawa terpingkal-pingkal.
Dan ada satu lagi kebiasaan para bikers yaitu saling bertukar stiker/marchendise dari club mereka masing-masing. Sebagai tanda bahwa mereka pernah bertemu dg bikers dari berbagai kota/pulau. Sepulang dari salatiga, kami menuju solo untuk istirahat di rumah salah satu bikers motor mio Solo. Bang lilik namanya, sudah berkeluarga dan sudah mempunyai seorang putri. Cukup menyenangkan tinggal bersama mereka. Walau sempat kesal karena Andre dari club motor ROCS, sempat menahan kami dengan menyita pin salah satu anggota kami. Entah apa maksud dari budaya tahan-menahan dalam dunia bikers lalu membongkar motor mereka yang biasa di sebut Portal.
Namun semua itu tidak berlangsung lama karena kami menjelaskan bahwa kami esok hari harus masuk kuliah. Untunglah mereka mau mengerti keadaan kami. Sebelum kembali ke Jawa Timur, kami sempatkan berfoto-foto di monumen-monumen bersejarah di solo, dan juga kita berfoto di keraton solo. Dan akhirnya Andre dan bang lilik melepas kami di Pom bensin Solo. Dan kami pun berpisah.
Saya sampai rumah sekitar pukul 12 malam, cukup lelah keesokan harinya masih harus kuliah. Tapi itu adalah pengalaman yang tidak mungkin aku lupakan. Pengalaman dimana aku mengerti seperti apa dunia bikers itu, dunia yang penuh dengan keSolid’an dan kekompakan. Dan bagaimana mereka bertahan di jalanan.
Bagi kalian yang merasa Bikers atau Ladies bikers, tolong berbagi pengalaman di sini ya!!!
Happy Riding dan Happy Blogging....:D
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar